Chapter 26

 

Musim semi telah tiba, dan aku pun naik ke kelas 5.
Di kelas 5, kelas kami kembali berganti.
Mungkin karena doa-doaku berhasil, aku menghindari sekelas dengan duo Kaburagi-Enjou lagi tahun ini.
Keberuntunganku sendiri kadang-kadang menakutiku.
Melihat kami sudah ganti kelas dua kali, kupikir aku pasti akan berakhir di salah satu kelas mereka setidaknya sekali. Lagipula toh hanya ada empat kelas.
Akan tetapi meskipun begitu, aku menang!
Aahh, dengan ini, aku akan bisa menghabiskan waktuku dengan tenang sampai aku tamat SD.

 

 

Sekarang setelah aku kelas 5, jumlah adik-adik kelasku terus bertambah, dan jumlah fans Enjou dan Kaburagi juga ikut bertambah banyak.
Sementara untuk gadis-gadis di tingkatan kami, kedua pengikutku terus melotot ke gadis-gadis yang lebih muda dan mengatakan hal-hal seperti “Aku akan sangat menghargainya jika murid-murid yang lebih muda tahu posisi mereka, dan berhenti bersikap akrab dengan Kaburagi-sama dan Enjou-sama.”.
Tidak hanya itu, gadis-gadis yang sekelas dengan dua orang itu juga menaikkan tingkat kewaspadaan mereka. Bahkan ketika ada beberapa adik kelas yang berani berdiri di depan kelas mereka untuk melihat, gadis-gadis itu tidak pernah membiarkan mereka untuk mendekat. Benar-benar benteng pertahanan yang tak akan bisa dijebol.
Kapanpun aku melihat semua gadis-gadis itu, aku mulai merasa ingin meneriakkan ‘Jangan dibodohi oleh penampilan mereka!.

 

 

 

Fukioka-san juga mulai ikut bimbel kami.
Meskipun Akizawa-kun seharusnya sudah menjelaskan semuanya, persis seperti yang kuduga, dia masih belum sepenuhnya percaya padaku.
Anaknya sendiri bersekolah di sekolah khusus perempuan, jadi kurasa memang wajar kalau dia khawatir tentang Akizawa-kun yang bersekolah di sekolah campuran. Akan lebih baik lagi kalau Akizawa-kun menghadiri sekolah khusus laki-laki, ya?

 

“Sakurako. Kisshouin-san lah yang menyarankan kamu untuk menghadiri bimbel ini, oke? Jadi, baik-baik dengan dia.”

 

“…Selamat siang. Um, terima kasih sudah mengundangku.”

 

Sambil dengan malu-malu memegang lengan baju Akizawa-kun, dia menyapaku.
Mmmmmn. Seorang bishoujo gaya Jepang. Dan dengan sentuhan rasa manis yang membuatmu ingin melindunginya. Begitu ya.

 

“Terima kasih telah datang. Bukankah menyenangkan karena sekarang kamu bisa menghabiskan lebih banyak waktu dengan Akizawa-kun tersayangmu?”

 

“Eh-?”

 

“Hei-, Kisshouin-san!”

 

Pipi Fukioka-san memerah karena perkataanku, tapi Akizawa-kun malah jadi panik.

 

Menyerah sajalah, Akizawa-kun. Karena kamu orang yang baik, tidak mungkin lagi kamu bisa melarikan diri dari Fukioka-san.
Jika Childhood Friend-chan yang manis mulai menangis di depanmu, aku ragu kamu akan bisa meninggalkannya.
Untuk memulainya, sebagai sesama perempuan, kelihatannya tipe-tipe yang ingin dilindungi oleh para laki-laki sebenarnya adalah yang paling keras kepala dan kuat, bukan.
Meskipun hampir tidak ada laki-laki yang menyadarinya, ya?
Sebenarnya sudah berapa kali aku dipergunakan dan dikhianati oleh tipe-tipe orang seperti itu di kehidupan lamaku…?
Tidak, itu tidak berarti aku mengatakan kalau Fukioka-san seperti itu, oke?

 

 

 

Semenjak sapaan pertama di hari pertama itu, Akizawa-kun dan Fukioka-san telah duduk bersama-sama, dan aku duduk sendiri,
Karena dia orang yang baik, Akizawa-kun juga menawari aku untuk duduk dengan mereka, tapi Fukioka-san terlihat tidak senang tentang itu, jadi aku pun memutuskan untuk menolak. Aku sama sekali tidak punya hobi ikut campur dengan kisah cinta orang lain, oke?
Dan begitulah, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, aku pergi ke toko serba ada.
Ada banyak makanan manis yang baru keluar, jadi aku membelinya untuk mencoba. Dan karena aku sekalian ingin merasakan rasa makanan rakyat jelata, aku juga membeli roti nattou.
Tangkapan yang cukup bagus.

 

Sudah hampir waktunya kembali ke kelas, jadi aku memutuskan untuk ke toilet ketika tiba-tiba aku mendengar suara gadis-gadis yang sedang bergosip.

 

“Pacarnya Rambut Bor dicuri si gadis baru, bukan?”
(TL : Drill Hair)

 

“Iya, iya. Dia dicampakkan, dan sekarang dia sendirian.”

 

“Kasihan sekali~ Bukankah sulit rasanya sekelas dengan mantanmu dan pacar barunya?”

 

“Betul kan?”

 

“Dia mungkin terlalu gengsi untuk berhenti bimbel.”

 

“Iya yah, Rambut Bor kelihatannya seperti tipe yang itu.”

 

“Dia kan anak Suiran~ Dan bahkan rambutnya juga model bor, jadi.”

 

 

──Apa-apaan!?

 

Kelihatannya begitulah bagaimana semua orang mengartikan apa yang telah terjadi.
Benar-benar tuduhan yang kelewatan.

 

Dan apalagi, mereka benar-benar memanggilku ‘Rambut Bor’ …?
‘Rambut Bor’… Setidaknya panggil lah aku Rococo atau Antoinette atau semacamnya.
Bukankah ‘rambut bor’ membuat rambutku kedengarannya seperti roti itu yang bentuknya berputar-putar?
Uwahh, aku jadi merasa depresi.
Aku bukan orang yang penuh rasa gengsi, kau tahu? Meskipun aku suka gaya rambut bentuk bor sih…

 

Jika kita berbicara tentang Kisshouin Reika yang di dalam manga, maka dia pasti tidak akan membiarkan rumor seperti itu, tapi aku tidak punya keberanian untuk maju dan protes ke mereka, jadi aku pun berjalan lurus melewati toilet dan kembali ke kelas.
Ketika aku sampai ke rumah, aku pun makan banyak untuk menghilangkan stress.

 

 

 

Ada satu hal lagi yang harus kukatakan tentang bimbelku.
Sampai sekarang ini, aku hanya menghadiri kelas untuk Bahasa Jepang dan mate.
Akan tetapi nilaiku di IPA dan IPS mulai berubah jadi berbahaya, jadi tahun ini aku juga ikut kelas-kelas itu di bimbel.
Sejujurnya, aku telah merasa curiga tentang pelajaran IPA dan IPS beberapa tahun belakangan ini.
Ketika aku belajar di kelas, isinya membuatku heran apakah aku sebenarnya juga mempelajari ini ketika aku SD dulu. Yah, tentu saja aku mungkin memang pernah mempelajarinya. Kurasa aku hanya sudah lupa.
Pada dasarnya satu-satunya hal yang kuingat tentang IPA di SD adalah bermain-main dengan magnet dan pasir besi. Bahkan Orion adalah satu-satunya rasi bintang yang kuingat.

 

Tak berguna sekali…

 

Sementara untuk IPS, pelajaran tentang penggabungan kota-kota sangat sulit, dan semuanya nama-nama yang sama sekali tidak pernah kudengar. Aku juga tidak tahu banyak tentang spesialisasi daerah-daerah di Jepang. Jauh dari itu, aku bahkan tidak tahu prefektur-prefektur apa yang ada di daerah Sang’in.
Aku tidak tahu nama-nama sungai. Aku juga tidak tahu nama-nama medan.
Aku tak punya keuntungan apa-apa dari anak-anak lain.

 

Aku telah kehilangan keuntungan akademis yang kudapat dari kehidupanku sebelumnya…

 

Tidak berguna… Aku yang Lama, kamu benar-benar tak berguna!
Ini semua karena kamu tidak melakukan apa-apa selain bersantai dengan makanan manis tiap hari sambil cekikikan membaca manga shoujo, idiot berotak busuk!
Meskipun kamu ingat tentang semua hal-hal tak berguna ini, kamu melupakan semua yang kau pelajari di sekolah!
Jika otakmu hanya akan mengingat hal-hal fujoshi tak berguna seperti bagaimana Tokugawa Iemitsu adalah seorang h*mo, maka punyalah sedikit rasa wibawa dan lupakan semuanya saja!

 

Sampai sejauh ini aku berhasil belajar sendiri dan meminta Oniisama untuk mengajariku, tapi pelajarannya semakin sulit, dan Oniisama juga sibuk dengan pelajarannya sendiri. Oleh karena itu, aku memutuskan untuk ikut bimbel dengan mata pelajaran yang itu juga.
Di kelas IPA dan IPS ku yang baru, ada juga beberapa anak laki-laki dari Suiran. Tapi tak satu pun dari mereka berbicara denganku seperti yang dilakukan Akizawa-kun.
Meskipun untuk suatu alasan mereka terus melirik ke arahku.
Hmph. Taruhan pasti mereka takut dengan rambut bor-ku.

 

Kalau aku memikirkannya seperti ini, Akizawa-kun sudah sangat berharga bagiku.
Aku baru menyadarinya sekarang setelah aku kehilangannya. Betapa terberkatinya aku telah memilikinya.
Jadi terasa nostalgia deh.

 

Akhir-akhir ini aku telah merasa sentimentil.

 

 

TL/N :

  • Drill hair/rambut bor

 

Kemungkinan update untuk 2 minggu ke depan tidak ada, karena ujian semester telah tiba. Setelah selesai ujian, baru aku akan kasih double update. Maaf yaa..

 

 


SebelumDaftar IsiSelanjutnya

Leave A Comment...

*