Chapter 18

 

Senyum polos Akizawa-kun menyambutku di tempat les.

Dibandingkan dengan duo jahat itu, senyuman Akizawa-kun benar-benar kebalikannya.
Aah, menenangkan sekali…

“Ada yang salah, Kisshouin-san? Kamu terlihat agak lelah.”

“Iya, yah, banyak hal terjadi, kau tahu lah.”

Benar. Banyak sekali hal.

Seharusnya aku hidup dalam cara yang tidak menganggu Emperor, tapi sampai-sampai aku dijadikan penggali informasi.
Apa-apaan yang kau lakukan, aku?

“Begitu ya. Apakah kamu baik-baik saja?”

Tidak, aku sama sekali tidak baik-baik saja.
Tapi aku tidak bisa membiarkan Akizawa-kun yang masih murni terlibat dengan ini.

“Jika aku menggagalkan misiku, tolong doakan keselamatanku di surga ya…”

“Hah?”

Untuk memulainya, bahkan jika aku menanyakan pertanyaan yang Emperor berikan kepadaku, maukah Aira-sama menjawab?
Aira-sama memperlakukanku lebih dekat dibanding orang lain, tapi akankah dia sampai sejauh itu menjawab pertanyaan macam begitu?
Lalu jika dia tidak mau menjawab, apa yang akan terjadi padaku?
Akankah aku diteriaki dan dipanggil ‘gopher’ tak berguna?
Yah, kalau cuma begitu, aku sih tidak peduli.
Meskipun menjadi wanita yang dibenci Kaburagi Masaya akan membuat posisiku jadi sulit di sekolah.
Atau sebaliknya, aku ditunjuk jadi mata-mata di depan semua anak-anak yang berada di salon saat itu, jadi bukankah semua orang sudah tahu kalau aku telah menjadi seorang penggali informasi sekarang?
…Hari di mana posisiku di sekolah jatuh mungkin akan datang lebih cepat daripada yang kukira.
Aahh, kejadian-kejadian buruk terus muncul di pikiranku.

“Hei, Kisshouin-san. Mau makan ini?”

“Eh-”

Akizawa-kun mengeluarkan kue financier yang dibungkus satu per satu.

“Ibuku memberiku ini untuk jaga-jaga kalau aku lapar. Makan makanan manis mungkin bisa menaikkan mood-mu.”

Setelah mengatakan itu, Akizawa-kun tersenyum padaku.

A-, AKIZAWA-KUUUUUUUUUUUUN!!

Anak yang baik sekali. Kamu adalah malaikat!
Seperti bumi dan langit dibandingkan dengan dua orang itu.
Aku bahagia sekali telah menjadi temanmu!

“Terima kasih, Akizawa-kun!”

Setelah memakan kue financier-nya, aku memang betul-betul merasa lebih baik.
Aku bahkan sampai berpikir untuk berbagi coklat Tirolian rasa kinakomochi-ku yang berharga dengan Akizawa-kun.

 

Dan begitulah sampai akhirnya hari les Inggris pun tiba.
Semenjak hari itu, aku telah menghindari pergi ke salon. Tapi hari ini, tepat saat aku menginjakkan kaki keluar kelas, aku melihat Emperor yang berdiri di koridor sambil memberiku tatapan ‘Kamu mengerti, kan…?’ dengan matanya, dan sebagai seorang mata-mata yang baik, aku pun membalas dengan tatapan ‘Iya, tentu saja!’ dengan mataku juga, dan segera menuju rak sepatu.
Jujur saja, kalau sudah sampai sejauh ini, aku tidak punya pilihan lain lagi selain menundukkan kepalaku dan bertindak sebagai seorang penggali informasi.

Setelah kelas Inggris-ku berakhir, aku menunggu kedatangan Aira-sama dengan cemas.
Tadi aku sudah memberitahukan supirku untuk datang agak terlambat, jadi tidak ada masalah jika kita berbicara tentang kapan aku akan pulang. Tetapi sekarang masalahnya adalah kapan Aira-sama akan datang.
Jika dia datang pas saat kelasnya akan dimulai, maka kami tidak akan sempat berbicara.
Dan seperti yang kau duga, tidak mungkin aku menunggu di sini sampai kelas Aira-sama selesai.
Kumohon, Aira-sama. Cepatlah datang.

Mungkin keberuntungan sedang berada di sisiku, karena Aira-sama muncul beberapa saat kemudian.

“Aira-sama!”

“Oh, Reika-san. Gokigen’yoh.”

Aah, Aira-sama, untunglahhh…

“Um, sebenarnya, ada sesuatu yang ingin kutanyakan, Aira-sama!”

“Hm? Bertanya kepadaku?”

Aku tidak ingin orang lain mendengarnya, jadi kami pun berakhir berbicara di bawah tangga.

“Sebetulnya, ini tentang Yurie-sama.”

“Yurie?”

Ekspresi Aira-sama berubah menjadi bingung.

“I-, Iya. Um, sebenarnya seberapa besar amarah Yurie-sama pada Kaburagi-sama? Dan kapan dia berencana untuk memaafkannya?”

Tidak ada waktu lagi sehingga aku pun langsung mengatakan intinya, tapi ekspresi Aira-sama malah berubah semakin mencurigaiku.

“Dan kenapa kamu mau tahu tentang Yurie dan Masaya, Reika-san? Sampai-sampai kamu susah-susah menanyakannya kepadaku.”

Yah, memang sih aku terlihat cukup mencurigakan.
Walaupun aku tidak dekat dengan Kaburagi sama sekali, aku malah ikut campur begini, jadi reaksi Aira-sama sama sekali dapat dimengerti.
Mungkin saja aku tampak seperti orang kepo.
(TL : ‘I wonder if I seem like some nosy onlooker to her.’)

“Aku tidak tahu kenapa kamu menanyakan ini, tapi jika kamu seenaknya ikut campur, kamu akan membuat marah Masaya, kau tahu?”

Aku sudah membuatnya marah.
Dan aku melakukan ini sesuai arahan Kaburagi Masaya.
Haruskah aku mengatakan yang sejujurnya saja?
Tapi kalau aku jujur, tidak mungkin dia akan memberikan informasi kepada bawahannya si Penguntit Kaburagi.
Mm~mm…

Melihatku jadi diam karena ini, Aira-sama menyipitkan matanya.

“Mungkinkah Masaya mengatakan sesuatu padamu?”

Astaga!
Bagaimana kamu bisa tahu!
Apakah mungkin Aira-sama bisa membaca pikiran seperti Emperor!?

“Em, umm…”

Tapi haruskah aku jujur tentang semuanya? Atau haruskah aku berusaha mempertahankan aktingku?

“Ah, mn. Aku mengerti. Kemungkinan besar ini cuma Masaya yang menyuruhmu menanyakan tentang Yurie, bukan?”

Betul sekali! Itu dia!
Kamu hebat sekali, Aira-sama. Bagaimana kamu bisa tahu semuanya!?

“Sepertinya dia sama sekali belum bertobat. Entah dia benar-benar mengerti mengapa Yurie marah atau tidak. Kamu abaikan saja apa yang Masaya katakan, atau itulah yang ingin kukatakan, tapi masalahnya kamu sedang berada dalam posisi di mana kamu tidak bisa melakukan itu, bukan?”

“Iya. Betul sekali.”

Aku mengangguk-angguk.

“Baiklah. Aku akan menanyakannya pada Yurie untukmu. Sementara untuk seberapa besar amarahnya, beritahu Masaya kalau mengancam-ancam orang yang tak ingin berurusan dengannya dan memaksa mereka bekerja keras menyelesaikan masalahnya Masaya seperti ini hanya akan membuat Yurie semakin marah.”

“Itu sih…”

…pasti tidak akan bisa dikatakan oleh seorang penakut sepertiku.

“Huhu, tapi kelasku sudah mau mulai, dan aku cuma bisa menanyakan ini pada Yurie setelah aku pulang ke rumah, jadi… Seperti yang sudah bisa diduga, les Inggris minggu depan pasti sudah akan terlambat, bukan?”

“Aku tidak bisa mengatakannya secara pasti, tapi mungkin saja…”

Mengingat bahwa Emperor bahkan tidak bisa menunggu sampai ‘lusa’ aku tidak bisa membayangkan kalau dia sanggup menunggu sampai ‘minggu depan’.

“Aku mengerti. Kalau begitu, Reika-san, apakah kamu punya HP?”

Aku tidak punya banyak kesempatan untuk menggunakannya, tapi HP-ku punya GPS di dalamnya, jadi HP-ku berfungsi lebih seperti I don’t have many chances to use it, but it has a GPS with it, so it’s more like a crime deterrent.
Itulah kenapa ketika aku pergi ke toko serba ada saat les, aku meninggalkannya di kelas untuk menjadi alibiku.

“Baiklah kalau begitu, ayo tukaran alamat e-mail. Setelah aku berbicara dengan Yurie, aku akan mengirimi kamu sebuah e-mail.”

“Bisa ya!?”

Oohhh, tanpa diduga aku akan mendapatkan alamat e-mailnya Aira-sama!

Sebenarnya, Aira-sama punya potongan rambut yang agak tomboy. Oleh karena itulah, dia lebih populer daripada anak laki-laki di sekitar sini.
Ada banyak gadis-gadis yang kelihatannya jatuh cinta dengan Aira-sama, dan beberapanya bahkan punya khayalan liar tentang si putri cantik Yurie-sama dan kesatria gagahnya Aira-sama.

…Dan aku juga termasuk salah satu gadis yang diam-diam mengagumi Aira-sama!
Itu benar! Orang yang kukagumi bukanlah Emperor, melainkan Si Kesatria Peoni, Aira-sama!
(TL : the Peony Knight. Apa-apaan nama julukan ini. Apa hubungannya bunga peoni dengan kesatria??)
Oleh karena itu, jangan sombong kau, duo tiran sialan!

Atau itulah yang kupikirkan, tapi tidak mungkin seorang penakut sepertiku berani mengatakan itu di depan wajah mereka, jadi ini lebih seperti omelan seorang pecundang tapi…
Bagaimanapun, itu tidak penting.
Untuk sekarang, kelihatannya aku telah melaksanakan perintah yang diberikan kepadaku.
Lagipula, Aira-sama toh bersedia membantu karena dia mengerti keadaanku.
Apalagi, aku bahkan berhasil mendapatkan alamat e-mailnya sebagai hadiah tak terduga, jadi aku benar-benar senang sekarang.
Kalau begitu, haruskah aku pulang sekarang?
Hari ini Oniisama akan terlambat pulang karena dia ada persiapan ujian masuk bukan. Ckck~ Tidak seru.
Semoga dia bisa meluangkan waktu untukku besok.
Lala, la~

 

 

Seorang anak laki-laki berdiri di depan sebuah mobil hitam sambil melipat tangannya, melihatku yang berjalan keluar tempat les Inggris dengan hati senang dan bebas dari kekhawatiran. Kaburagi Masaya.

 

TL :

  • Orang Jepang biasa bertukar alamat email sebagai ganti SMS
  • Coklat Tirolian rasa kinakomochi. Tidak tahu apa itu kinakomochi karena tidak ketemu gambarnya. Tebakanku, mungkin semacam mochi. Maafkan saya.

 

 

 


SebelumDaftar IsiSelanjutnya

Leave A Comment...

*