Chapter 17

 

Aku, Kisshouin Reika, telah ditunjuk oleh Yang Mulia Emperor, untuk menjadi ‘mata-mata’, atau dengan kata lain, menjadi penggali informasi
(TL : I, Kisshouin Reika, have been appointed by His Majesty the Emperor, the role of ‘spy’, or in other words, gopher. Tidak tahu apa itu gopher)

 

 

Setelah itu, Emperor pun mengusir semua orang keluar dari salon, menyisakan aku, Emperor, serta Enjou, dan langsung memulai rapat strategi.

“Pertama-tama, apa saja yang kamu dengar dari Aira?”

Uuu, matanya yang melotot menakutkan sekali…
Rasanya jadi ingin melarikan diri.

“Se-, Seperti yang kubilang, kalau Yurie-sama hanya ingin menyeretmu di atas batu bara…”
(TL : “rake you over the coals”. Muncul lagi peribahasa ini)

“Kenapa kamu bisa dengar hal seperti itu dari Aira?”

“Saat kami kebetulan bertemu di tempat les Inggris, Aira-sama me-, menanyakan tentang kamu, K-, Kaburagi-sa, ma, dan aku menjawab bahwa kamu terlihat tidak bersemangat, sehingga dia memberitahuku apa sebenarnya perasaan Yurie-sama.”

Menakutkan sekali. Tolong jangan melotot ke arahku~
Dan juga aku berakhir menggunakan namanya untuk pertama kalinya tepat di depan wajahnya.
Karena tadi aku begitu gugup, aku malah menggigit lidahku sendiri.
Kumohon, seseorang selamatkan aku~

“Apa-apaan yang kau lakukan, seenaknya menyebarkan rumor tentang orang lain?”

Cukup benar, Yang Mulia.
Siapapun akan tidak senang jika orang lain membicarakan tentang dirinya di belakangnya.
Aku… mungkin sudah akan mampus, bahkan sebelum aku bertemu si protagonis…

“Sudah, sudah. Jangan terlalu mengintimidasinya. Kamu jadi menakuti dia, lho.”

‘Betul bukan?’, tanya Enjou sambil tersenyum.
Bisakah aku mempercayai senyuman itu?

“Diam, Shuusuke.”

“Lagipula, sekarang hampir seisi sekolah sedang membicarakan tentangmu, bukan? Benar kan, Kisshouin-san?”

Tolong jangan lihat ke arahku.
Karena bahkan jika aku setuju denganmu, tidak mungkin aku bisa mengatakannya.
Meskipun memang begitu kenyataannya.

“Shuusuke, bajingan kau…”

“Masaya, kamu juga ingin mendapatkan informasi tentang Yurie, bukan? Jadi daripada mengancam Kisshouin-san, lebih baik kamu minta baik-baik. Yah, kalau cuma Aira sih, aku saja yang bertanya padanya.”

Iya, iya betul, begitu saja.
Dan segera bebaskan aku dari tempat ini.

“Tidak. Aira pasti tidak akan memberitahumu. Aku akan menggunakan wanita ini saja.”

“Aah, benar juga. Kalau begitu, Kisshouin-san, bisakah kami memintamu untuk melakukan ini? Khususnya, kami ingin tahu sebesar apa amarah Yurie-sama, misalnya, atau mungkin juga kapan dia berencana untuk memaafkan Masaya. Ada yang lain lagi, Masaya?”

“…Apakah Yurie akan pernah memaafkanku.”

“Hm~mm, Yurie sendiri bilang kalau dia cuma ingin menyeretmu di atas batu bara sedikit, jadi kupikir dia tidak akan putus hubungan denganmu. Jika kamu menunjukkan padanya kalau kamu sudah tobat, dia mungkin akan memaafkanmu.”

“BEGITU YA!”

Tiba-tiba dia jadi lebih bersemangat.
Orang ini… bukankah pikirannya cukup simpel?
GYAH-, maafkan aku karena telah jadi anak yang nakal! Maafkan aku!
Jangan pelototi aku~
Sebenarnya aku mulai berpikir bahwa Emperor benar-benar bisa membaca pikiran.

“Baiklah! Kamu yang di sana. Kapan kelas Inggris-mu yang selanjutnya?”

“Aku ada satu besok.”

“Apa-apaan. Segitu lama lagi? Lebih baik kamu pergi ke sana sekarang juga dan tanya Aira untukku.”

Jangan meminta hal yang tidak mungkin.

“Kalau Yurie tahu bahwa kamu bersikap suka memaksa lagi, dia akan jadi lebih marah lagi, kau tahu? Dalam kasus ini, lebih baik kamu tunggu saja baik-baik selama dua hari ini.”

“!! Begitu ya. Tidak bagus kalau dia jadi lebih marah lagi.”

Segera setelah namanya Yurie-sama muncul, Emperor langsung mendengarkan dengan patuh.
Pikirannya memang simpel sekali.

“Dan begitulah. Kami akan bergantung padamu ya, Kisshouin-san.”

~senyuuum~

Apapun yang kukatakan tidak penting ya? Begitukah?

“Kamu di sana! Tadi apa namamu?”

“Kisshouin Reika…”

Baru sekarang kamu menanyakan ini? Bukannya aku peduli, lho.

“Baiklah! Kisshouin! Jadilah mata-mata yang hebat, dan penuhi tugasmu!”

“Hah…”

‘Mata-mata’ apaan. Aku ini cuma seorang penggali informasi, bukan.

Karena tenaganya sudah penuh kembali, mungkin sekarang dia jadi lapar, sehingga Emperor pergi makan makanan manis.

“Dia bukanlah orang yang sangat arogan atau semacamnya.” Memang siapa sih yang bilang ini? Itulah aku.
Aku, kamu benar-benar tidak pandai menilai orang ya~
Kalau bukan ini yang namanya ‘sangat arogan’, jadi memangnya ini apa?
Kenapa dia bisa menggunakan aku seenaknya seperti ini, meskipun kami tidak pernah sekalipun berbicara, dan dia bahkan tidak tahu apa namaku?
Haruskah aku mengadu pada Aira-sama, agar dia melaporkannya ke Yurie-sama?
Bisa saja Aira-sama akan bilang begini, ‘Dia mengancam anak yang tak berdaya menjadi penggali informasinya’.
…Tidak, jangan melakukan apapun dulu sekarang.
Kalau kamu melakukan itu, kamu akan dibunuh, seratus persen dijamin. Yup. Pasti.

“Berjuanglah, oke? Kisshouin-san. Kalau kamu berhasil, Masaya-mu tersayang akan berterima kasih padamu.”

“Aku tidak suka dia atau semacamnya…”

Karena perlakuan konyol ini, aku tidak sengaja mengumamkan sedikit tentang diriku yang sebenarnya.
Rasa suka apapun terhadap Emperor telah dengan bersih ditinggalkan belakang di kehidupan lamaku.
Iya, aku suka karakter 2D dan aku adalah gadis yang sedikit memalukan. Masalah?
Untuk sekarang ‘Emperor’ sinonim dengan kata ‘kehancuran’ bagiku, jadi aku tidak punya satu atom pun rasa suka padanya.

“Oh? Benarkah? Maksudku, kulihat kamu sering melihat ke arahnya. Itulah kenapa kupikir kamu juga suka dia. Maksudku, lihat, semua teman-temanmu juga berkumpul di sekeliling kami.”

Tajam sekali anak ini. Dan apalagi, dia juga tahu tentang observasi rahasiaku.
(TL : What a way of putting things. And what’s more, he noticed my secret observation.)

“Kalian berdua cukup menarik perhatian, dan oleh karena itu aku tidak bisa tidak melihat ke arahmu. Jika aku mengganggumu karena ini, maafkan aku. Aku akan lebih berhati-hati mulai sekarang.”

Untuk sekarang, apa yang harus kulakukan dulu adalah menguasai diriku dulu.
Sekarang setelah aku tidak berada di bawah pengaruh pelototan Emperor, singa di hatiku telah kembali.
Memangnya aku akan kalah dari Enjou.

“Baiklah, jika ini semua yang ingin kau katakan, aku akan pergi sekarang. Gokigen’yoh.”

Aku ingin meninggalkan sarang iblis ini secepat mungkin.
Aku ingin berlari sekencang-kencangnya menjauhi tempat ini.

“Iya, sampai jumpa. Baik-baik, ya?”

Enjou melambaikan tangannya padaku.

Dan saat aku akan beranjak pergi, Emperor melihatku sambil sedang menggigit sebuah biskuit dan berkata,

“IYA! Penggali informasi, pastikan kamu kerjakan tugasmu!”

Jadi bahkan dia pun akhirnya memanggilku penggali informasi…
Bukannya tadi aku itu mata-mata! Ya ampun.

 

 

Mulut adalah ibunya segala bencana.
Jujur saja, rasanya aku ingin menangis. Tentang semua jenis hal.
Ada yang bilang bahwa di segala waktu dan tempat, mata-mata yang menggagalkan misinya akan dibuang oleh organisasinya.
Apakah hari esok akan membawaku kesuksesan atau kegagalan?

 

 


SebelumDaftar IsiSelanjutnya

Leave A Comment...

*