Chapter 31

  Meskipun sekarang sudah musim panas, aku sama sekali belum memiliki perkembangan dengan gadis di bimbel itu. Tapi aku sudah tahu namanya sekarang. Yorino Aoi-chan. Seperti biasa, aku tahu dengan cara mencuri lihat pada nama yang tertulis di bukunya. Aoi-chan. Nama yang cocok sekali. Tapi aku mendapat perasaan kalau sifat […] Read more »

Chapter 30

  Akhir-akhir ini, hubungan antara Serika-chan dan Kikuno-chan telah menjadi agak tegang. Penyebabnya karena Kikuno-chan berada di kelas yang sama dengan Kaburagi.   Ketika kami menyadarinya setelah pengumuman penempatan kelas, Kikuno-chan langsung menari-nari dengan gembira. Semenjak itu, setiap hari telah dipenuhi dengan pembicaraan tentang Kaburagi. Hal-hal seperti “Ketika dia sedang […] Read more »

Chapter 29

  Kisshouin Takateru/Momozono Imari   Akhir-akhir ini adikku mulai berdiet. Kelihatannya dia sedang melakukan pemanasan di ruang keluarga. Dia itu sebenarnya tidak terlihat terlalu gemuk, kau tahu? Sebaliknya, bukankah dia malah terlalu kurus? Ketika aku menyuruhnya untuk tidak berlebihan dalam berdiet, dia tersenyum bahagia padaku. Seperti biasa, pikirannya sederhana sekali. […] Read more »

Chapter 28

  Akhir-akhir ini di kelas les IPA dan IPS ku, aku menemukan gadis ini yang menangkap mataku. Dia adalah seorang gadis bertubuh kecil yang terlihat penurut, dan dia kadang-kadang duduk di sebelahku. Jadi, suatu hari aku melihat sebuah gantungan kunci di tasnya. Aku pun tak bisa melepaskan pandanganku.   Itu […] Read more »

Chapter 27

    “YOISSHOOOOO!”   Akhir-akhir ini aku mendapat perasaan bahwa aku telah menjadi agak gendut, jadi aku pun memutuskan untuk berolahraga setiap malam. Olahraganya terdiri dari push-up, sit-up, dan squat. Dan sekarang ini, aku sedang melakukan tantangan 50 squat terus-menerus tanpa henti.   “YOISHOOOOOO!”   Cukup sulit juga. Aku melipat […] Read more »

Chapter 26

  Musim semi telah tiba, dan aku pun naik ke kelas 5. Di kelas 5, kelas kami kembali berganti. Mungkin karena doa-doaku berhasil, aku menghindari sekelas dengan duo Kaburagi-Enjou lagi tahun ini. Keberuntunganku sendiri kadang-kadang menakutiku. Melihat kami sudah ganti kelas dua kali, kupikir aku pasti akan berakhir di salah […] Read more »

Chapter 25

  Minggu depannya di bimbel, aku bertanya pada Akizawa-kun tentang bagaimana keadaan Fukioka-san setelah itu.   “Mmmm, untuk alasan tertentu, kelihatannya dia semakin sadar akan dirimu.” (TL : for some reason she seemed awfully conscious of you.)   “Sudah kuduga.”   Menggantikan posisi Fukioka-san, aku akan menginterogasi Akizawa-kun sampai akhir. […] Read more »

Chapter 24

  Seorang ojousama punya lingkaran kenalan para ojousama-nya sendiri.   Seorang ojousama harus menghadiri banyak les, termasuk juga aku. Dan les-les tersebut seringkali mengadakan pameran atau resital. Kalau boleh jujur, aku sama sekali tidak bisa membayangkan kalau ada orang selain keluarga yang mau menonton sekelompok anak menari atau tampil. Tapi […] Read more »

Chapter 23

  Hari ulang tahun sekolah pun datang disertai dengan langit yang biru cerah. Sempurna untuk pergi ke taman bermain. Karena aku akan dikelilingi oleh tiga orang yang masing-masing bersinar dengan caranya sendiri, mood-ku hari ini pun sangat bagus.   Aku ingin menaiki sebanyak mungkin wahana yang ada, jadi kami tiba […] Read more »

Chapter 22

  Setelah aku pensiun dari kegiatan mata-mata, aku sama sekali hampir tidak pernah  berhubungan dengan mereka berdua lagi, dan menghabiskan hari-hariku dengan damai. Fakta bahwa aku telah dijadikan seorang pengumpul informasi juga tidak terungkap, dan aku pun berhasil lolos dari kejatuhan sosial yang sangat kutakutkan. Sebenarnya jauh dari itu, sekarang […] Read more »

Chapter 21

  Seperti yang sudah kuduga, pas saat jam pelajaran tersebut berakhir, orang-orang mulai berkumpul di sekitar mejaku. “Tadi itu apa-apaan, Reika-sama!?” Tembakan pertama diluncurkan oleh teman yang sekelas denganku sejak kelas 1 SD dan yang dikenal juga sebagai Pengikut #1, Serika-chan. “Kamu tidak pernah mengatakan kalau kamu dekat dengan Kaburagi-sama, […] Read more »

Chapter 20

  Aira-sama mengirim pesan padaku hari Sabtu. Kami berbincang via email, dan untuk kesimpulannya, Yurie-sama marah besar karena Kaburagi telah bertindak terlalu jauh, mengawasi setiap tindak tanduknya, dan bahkan menggunakan murid-murid SMP untuk menghentikannya berbicara dengan murid laki-laki. Yurie-sama juga marah karena meskipun anak laki-laki yang menyatakan cinta pada Yurie-sama […] Read more »

Chapter 19

  Dan seperti itulah, aku diculik ke dalam mobil keluarga Kaburagi, dan mereka langsung meminta hasil kerja mata-mataku. “Bagaimana? Apakah kamu melakukan tugasmu dengan baik? Lagian tadi aku melihat Aira masuk ke dalam gedung.” Astaga. Orang ini benar-benar seorang penguntit sejati. Berbahaya sekali. Dan mungkin juga, seseorang yang punya terlalu […] Read more »

Chapter 18

  Senyum polos Akizawa-kun menyambutku di tempat les. Dibandingkan dengan duo jahat itu, senyuman Akizawa-kun benar-benar kebalikannya. Aah, menenangkan sekali… “Ada yang salah, Kisshouin-san? Kamu terlihat agak lelah.” “Iya, yah, banyak hal terjadi, kau tahu lah.” Benar. Banyak sekali hal. Seharusnya aku hidup dalam cara yang tidak menganggu Emperor, tapi […] Read more »

Chapter 17

  Aku, Kisshouin Reika, telah ditunjuk oleh Yang Mulia Emperor, untuk menjadi ‘mata-mata’, atau dengan kata lain, menjadi penggali informasi (TL : I, Kisshouin Reika, have been appointed by His Majesty the Emperor, the role of ‘spy’, or in other words, gopher. Tidak tahu apa itu gopher)     Setelah […] Read more »

Chapter 16

  Aku telah menjadi murid kelas 4, dan saat itu cuacanya sedang mulai menghangat ketika itu terjadi. Seorang anak laki-laki dari sekolah lain menyatakan cintanya kepada Yurie-sama. Beritanya mencapai kami tepat saat sekolah berakhir, dan Kaburagi Masaya sedang di salon Petite Pivoine. Saat itu aku sedang menghabiskan waktu menunggu les-lesku […] Read more »

Chapter 15

  Seperti biasa, musim gugur penuh dengan Pertemuan Atletik dan Presentasi Pembelajaran. Emperor yang merupakan pelari terakhir untuk lari estafet, berhasil membuat kelasnya yang ada di posisi terakhir menjadi juara 1, jadi suasana sangat ribut dengan pekikan para anak perempuan. (TL : Autumn was busy as usual with the Athletics […] Read more »

Chapter 14

  Liburan musim panas adalah waktunya kerabat-kerabat yang menyusahkan berkumpul. Wajarnya, mereka juga membawa anak-anak mereka, atau bahkan, kadang-kadang kupikir hanya anak-anak yang mereka punya, tetapi di antara anak-anak tersebut adalah musuh alamiahku. “Taka-niisama~ aku merindukanmu!” Yang sedang memeluk Oniisama-ku adalah putri adik perempuan ayahku, dan juga anak yang 1 […] Read more »

Chapter 13

  “Uu huu~” Sambil membuka kotak yang ada di depanku, aku pun menyeringai. Saat itu sedang tengah malam, dan aku sendirian di kamarku. Terdapat sebuah kotak yang kusimpan di bagian paling dalam lemariku, dan kadang-kadang aku mengeluarkannya untuk kuperiksa isinya. “Aku sudah menabung cukup banyak, bukan.” Di dalam kotak adalah […] Read more »

Chapter 12

  Akhirnya aku pun naik ke kelas 3. Di SD Suiran, kami akan berganti kelas saat kelas 3 dan 5. Doa-doa yang kupanjatkan tiap malam selama liburan musim semi kelihatannya berhasil sebab aku berakhir dengan kelas yang berbeda dari Emperor. Aku menang dari peluang 1:4. Oniisama juga sudah lulus SMP […] Read more »